Karhutla dapat menaikkan aktivitas ekonomi terukur di provinsi terdampak karena cara penghitungan ekonomi mencatat produksi perkebunan, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga.
SIPONGI Kementerian Kehutanan mencatat 202.010,96 hektare lahan terbakar sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan presisi dua angka di belakang koma dan dirilis harian.
CELIOS memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla hingga Agustus 2026 sebesar Rp39,29 triliun hingga Rp123,1 triliun.
Kalimantan Selatan tumbuh 5,67% pada triwulan I-2026, melampaui nasional 5,61%, dengan kontribusi sektor pertambangan 27,12%.
Kerugian seperti kapasitas paru-paru anak, hari sekolah hilang, dan lapisan gambut menipis tidak tercatat dalam entri mana pun.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.