Liputan Khusus ยท 20 Oktober 2026
"Jangan Hanya Menulis Surat": Tantangan Terbuka untuk Singapura soal Asap
Muhammad Lutfi โ mantan Menteri Perdagangan RI dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat โ mempertanyakan mengapa Singapura mengejar perusahaan di Sumatra dan Kalimantan, tetapi tidak pernah menuntut siapa pun yang mengambil keputusan. Ini isi yang ia sampaikan, dengan sumber yang memverifikasinya.
"Don't write letters"
Kalimat itu diucapkan sejak detik kelima, dan menjadi benang merah sepanjang enam menit.
"Pemerintah Singapura mengumumkan mereka mengirim surat peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia karena kabut asap. Izinkan saya mengatakan ini langsung kepada Singapura: jangan menulis surat hanya untuk membuat konstituen dan pemilih Anda senang." โ menit 00:00โ00:11
Yang ia persoalkan bukan suratnya, melainkan jarak antara surat dan penuntutan โ dan siapa yang selalu selamat di ujung proses itu.
Delapan belas jam setelah pernyataan itu, Menteri Keberlanjutan Singapura Grace Fu membenarkan langkah tersebut: NEA menerbitkan preventive measure notices kepada tujuh perusahaan Indonesia di bawah Transboundary Haze Pollution Act (CNA, 16 Oktober 2026). Tiga hari kemudian Menteri Senior K. Shanmugam menegaskan Singapura akan memakai "setiap tuas hukum dan regulasi" yang dimilikinya (The Straits Times, 19 Oktober 2026).

Tujuh nama itu: PT Bumi Andalas Permai, PT Bumi Mekar Hijau, PT Paramitra Mulia Langgeng, PT Sumatera Alam Anugerah, PT SBA Wood Industries, PT Hutan Lestari Raya, dan PT Bangkanesia.

"Lihat siapa yang sesungguhnya berdiri di belakang konsesi itu"
"Menteri Grace Fu, Anda berdiri di konferensi pers dan menyebut tujuh perusahaan. Lihat siapa yang sesungguhnya berdiri di belakang konsesi itu. Empat dari tujuh perusahaan yang Anda sebut adalah pemasok kelompok konglomerat dengan aset korporasi besar dan tercatat di Singapura." โ menit 00:19โ00:40
Laporan Greenpeace 5 Oktober 2026 menemukan empat konsesi di Indonesia yang terhubung ke kelompok usaha Singapura:
| Konsesi | Keterkaitan |
|---|---|
| PT Damai Agro Sejahtera | Bumitama Agri Ltd (berkantor pusat di Singapura) |
| PT Kayung Agro Lestari | First Resources / ANJ / Fangiono |
| PT Mitra | Keluarga Fangiono / First Resources โ induk di Singapura |
| PT Arjuna Utama Sawit | First Borneo Plantations |
Semuanya menunjukkan titik api dalam dataset Agustusโ1 Oktober 2026.
"Kalau keputusan ada di Singapura, kenapa saat ada asap tiba-tiba tidak?"
"Singapura tidak punya minyak, tidak punya lahan, dan tidak punya pasar besar. Jadi yang Anda jual adalah kantor pusat, modal, dan pengambilan keputusan. Di bawah aturan pajak Anda sendiri โ headquarters incentive dan global trader programme โ syarat hukum untuk mendapat tarif 5 sampai 15 persen adalah staf nyata, belanja nyata, dan keputusan nyata di Singapura. Jadi yang mana, Menteri Fu? Apakah keputusan nyata diambil di Singapura sehingga memenuhi syarat insentif pajak Anda โ atau tiba-tiba Anda berpura-pura semua itu tidak ada hubungannya dengan Singapura ketika ada asap?" โ menit 01:08โ01:54
Pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan pernyataan pers. Ia hanya bisa dijawab dengan dokumen: di mana rapat direksi diadakan, siapa yang menandatangani keputusan investasi, dan di negara mana laba dilaporkan.
"Kalau Anda yakin punya yurisdiksi, tuntut saja"
"Singapura tidak punya yurisdiksi di Indonesia, dan Anda tahu itu. Jadi kalau Anda benar-benar yakin punya yurisdiksi atas kelompok-kelompok ini, tuntut saja. Tidak perlu mengancam dan mengumumkan di konferensi pers. Tuntut kantor pusat mereka di Singapura." โ menit 01:54โ02:15
Transboundary Haze Pollution Act berlaku sejak 2014. Selama itu, Singapura berulang kali mengirim surat, memanggil perusahaan, dan mengumumkan penyelidikan. Tidak ada satu pun pemilik modal โ keluarga pemilik, family office, atau pemegang saham pengendali โ yang pernah duduk sebagai terdakwa.
Yang selalu dikirim adalah surat pencegahan. Yang selalu jauh dari kursi terdakwa adalah pembuat keputusan.
"Model PT, PTE LTD, dan family office"
"Bagaimana taikun sawit Indonesia beroperasi? Mereka meminjam miliaran dari bank domestik di Indonesia untuk membangun perkebunan besar di tanah Indonesia โ karena bank Singapura tidak akan memberi pinjaman untuk mengambil risiko itu di Indonesia. Setelah perkebunan berjalan, mereka mendirikan perusahaan induk PTE LTD dan family office di Singapura, lalu mencatatkan grup terbesar mereka di bursa Singapura. Kenapa? Transfer pricing. Mereka menjual komoditas mentah dari Indonesia ke badan dagang mereka sendiri di Singapura untuk memindahkan laba ke luar negeri, dirancang agar hemat pajak, membayar pajak seminimal mungkin di Indonesia, sementara kekayaan mereka diparkir di Singapura." โ menit 02:54โ03:45
Ia sendiri mengakui batasnya: "garis antara penghindaran pajak dan penggelapan pajak sangat tipis." Karena itu bagian ini harus dibaca sebagai pertanyaan tentang struktur, bukan tuduhan pidana.
"Enam tahun, tidak sekali pun dituntut"
"Anda punya family office dengan ratusan juta dolar aset yang dikelola di Singapura, yang menguasai konsesi-konsesi Indonesia sejak 2014, dan tidak sekali pun mereka dituntut di bawah Transboundary Haze Pollution Act Anda. Kenapa tidak pernah dituntut? Jangan menulis surat. Jangan kirim peringatan. Geledah kantor mereka dengan hukum Singapura." โ menit 03:45โ04:17
Greenpeace memperkirakan paparan jangka panjang PM2.5 dari kebakaran gambut di Sumatra dan Kalimantan berhubungan dengan sekitar 33.100 kematian dini orang dewasa dan 2.900 kematian bayi setiap tahun. Angka itu estimasi organisasi, bukan statistik resmi โ tetapi arahnya jelas: ongkosnya dibayar di Indonesia.
Ketika Singapura mulai menyelidiki, yang bergerak lebih dulu adalah pasar: saham First Resources turun hingga 9,1 persen, Bumitama Agri 7,5 persen, dan Golden Agri-Resources 6,9 persen dalam satu sesi (The Business Times, 15 Oktober 2026).
Perusahaan membantah. First Resources menyatakan titik api di konsesinya sebagian besar berasal dari kebakaran di luar batas yang menjalar masuk, dan menunjuk El Nino tahun ini. Bumitama Agri menyampaikan hal serupa (CNA, 15 Oktober 2026). El Nino memang nyata โ tetapi cuaca menjelaskan mengapa api cepat menyebar, bukan mengapa lahan dibuka dengan cara yang mudah terbakar.
Dimensi kedua: bukan hanya asap
Di video lain yang ia unggah pekan ini, Lutfi mengalihkan perhatian dari kabut asap ke pasar modal โ dan di sinilah klaimnya paling mudah diuji, sekaligus paling berbahaya.
"Lihat apa yang baru saja menyerang bursa kita pekan ini. MSCI mengeluarkan rencana menurunkan Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. [โฆ] Mereka menekan MSCI agar indeks kita jatuh, lalu mereka kembali membeli aset terbaik Indonesia dengan harga diskon." โ menit 00:07โ02:20

Yang terverifikasi: MSCI memang membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market pada Oktober 2026. IHSG anjlok 11,57 persen ke 5.185,11 pada 16 Oktober โ level terendah enam tahun โ dan rupiah menembus 18.000 per dolar AS (MSCI Inc., CNBC Indonesia, Liputan6).
Yang dinyatakan Lutfi, dan belum kami verifikasi sendiri: bahwa lembaga-lembaga Singapura โ ia menyebut Temasek dan GIC โ berada di balik tekanan terhadap MSCI. Ia menyatakan informasi ini diperoleh dari wawancara lapangan dengan sumber-sumber di pasar, bukan dari dokumen resmi yang ia tunjukkan. Hingga naskah ini terbit, TITIR belum memperoleh dokumen pendukung dan belum menerima tanggapan dari GIC maupun MSCI.
Nama seorang pejabat yang ia sebut dalam video tidak kami tayangkan. Bukan karena kami menolak isinya, tetapi karena menyebut nama pribadi sebagai pelaku tanpa dokumen dan tanpa hak jawab adalah risiko hukum yang tidak sepadan โ dan dapat memindahkan perdebatan dari soal asap ke soal prosedur media.
Perlu dicatat juga: keputusan MSCI tidak dibuat oleh satu negara. Konsultasi itu menyangkut isu struktural pasar Indonesia โ keterbukaan data, kepemilikan asing, dan likuiditas โ yang telah dibahas industri sejak awal 2026.
"Apakah keadilan di Singapura bergantung pada isi rekening?"
"Untuk Presiden Singapura, Perdana Menteri Singapura, dan Menteri Senior Shanmugam โ arsitek penegakan hukum Singapura: di mana keadilan? Apakah keadilan di Singapura diperlakukan berbeda tergantung isi rekening bank Anda? Kenapa hukum Singapura begitu kejam terhadap yang kecil, tetapi tidak pernah menyentuh miliarder pemilik family office?" โ menit 02:15โ02:53
Dan kepada pengusaha Indonesia yang menyimpan dananya di sana:
"Anda memarkir dana, family office Anda di sana karena mengira rumput tetangga lebih hijau. Izinkan saya bertanya: apakah sekarang benar-benar lebih hijau?" โ menit 04:50โ05:08
Apa yang belum terjawab
- Apakah NEA akan menaikkan langkah dari surat pencegahan menjadi penuntutan pidana โ dan kepada siapa?
- Apakah SGX RegCo akan meminta keterbukaan informasi dari emiten yang konsesinya terbakar, atau cukup "berkomunikasi"?
- Apakah pemerintah Indonesia akan mengajukan gugatan perdata lintas batas atas kerugian kesehatan dan lingkungan, sebagaimana dimungkinkan UU 32/2009?
- Siapa pemegang saham pengendali di balik tujuh perusahaan yang disurati โ dan di mana mereka berdomisili?
- Jika benar ada tekanan terhadap MSCI, siapa yang menginstruksikan, dan atas dasar apa?
- Mengapa enam tahun setelah THPA disahkan, belum ada satu pun pemilik modal yang diadili?
Sumber
- Video @m.lutfi, 6 menit 6 detik dan 2 menit 42 detik, diunduh 20 Oktober 2026. Narasumber: Muhammad Lutfi, mantan Menteri Perdagangan RI dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Kutipan diterjemahkan dari bahasa Inggris.
- CNA, "Singapore to send haze prevention notices to 7 companies in Indonesia responsible for fires", 16 Oktober 2026.
- The Straits Times, "Singapore to use 'every legal and regulatory lever' against companies linked to haze", 19 Oktober 2026.
- The Business Times, "First Resources blames El Nino, outside fires for Kalimantan hotspots amid haze scrutiny", 15 Oktober 2026.
- CNA, "Singapore-listed First Resources, Bumitama Agri point to El Ninoโฆ", 15 Oktober 2026.
- Greenpeace Malaysia, "Malaysian and Singaporean in top 20 entities linked to fires in Indonesia", 5 Oktober 2026.
- Kompas.com, "Kabut Asap Makin Parah, Singapura Kirim Surat Peringatan ke 7 Perusahaan terkait Karhutla", 17 Oktober 2026.
- MSCI Inc., "Consultation on a Market Reclassification Proposal for Indonesia", Oktober 2026.
- CNBC Indonesia, "IHSG Dibuka Anjlok 8% Langsung Trading Halt", 16 Oktober 2026.
- Liputan6, "IHSG Sepekan Merosot 14,91%, Sentimen MSCI Jadi Pemicu", Oktober 2026.