‹ Kembali
Teknologi

Setop Insecure Pakai Baju yang Sama Berulang Kali

Sumber: Republika · 53 menit lalu
Recap • TITIR
  • Psikolog Divya G dari Aster Whitefield Hospitals Bangalore menyebut rasa cemas mengulang pakaian berakar dari dorongan membandingkan diri dan mencari penerimaan sosial.
  • Media sosial yang terus menyajikan foto pakaian baru dan kehidupan tampak sempurna membuat masyarakat menganggap kebiasaan berganti busana sebagai standar wajib.
  • Divya mengatakan hal ini dapat memengaruhi citra tubuh karena penampilan mulai dikaitkan dengan nilai diri seseorang.
  • Rasa takut dinilai orang lain saat mengulang pakaian sering kali jauh lebih besar daripada kenyataannya di lapangan.
  • Pakaian pada hakikatnya hanyalah sarana ekspresi diri, bukan pengukur harga diri, kepercayaan diri, ataupun pencapaian seseorang.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

Tanggal 4 November Memperingati Hari Apa? Ini Lima Peringatannya | LPP RRI (RRI · 3 menit lalu)Sultan Najamudin, Zulhas dan Sherly Tjoanda Hadir di Senator Menyapa (CNN Indonesia · 9 menit lalu)Terungkap, Iklan Anti Muslim Senilai 8 Juta Dolar AS Libatkan Israel (Republika · 9 menit lalu)Bruno Fernandes Bantah Keretakan dengan Carrick: Banyak Kebohongan Beredar (Media Indonesia · 11 menit lalu)