‹ Kembali
Ekonomi

Kebijakan pajak pembalut diminta pertimbangkan ketimpangan ekonomi

Sumber: Antara · 1 jam lalu
Recap • TITIR
  • Komnas Perempuan menegaskan kebijakan perpajakan perlu mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan spesifik perempuan.
  • Anggota Komnas Perempuan Sri Agustini menyatakan kebijakan yang tampak sama belum tentu berdampak setara bagi perempuan.
  • Komnas Perempuan menyoroti dampak pajak terhadap perempuan penyandang disabilitas dan pekerja informal.
  • Anggota Komnas Perempuan Devi Rahayu menilai produk menstruasi kebutuhan rutin yang tidak elastis.
  • Komnas Perempuan mendorong Kementerian Keuangan meninjau kembali pengenaan PPN atas produk menstruasi.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

KAI Logistik Kembangkan Green Freight Service (JPNN · 3 menit lalu)Prabowo Kumpulkan Sejumlah Anggota Kabinet, KSP Listyo Sigit Tidak Terlihat (Katadata · 11 menit lalu)VIDEO: Airlangga Siapkan Bansos Rp30 Triliun dan Diskon Nataru (CNN Indonesia · 12 menit lalu)Bahlil: Kendalikan Produksi Batu Bara, Dongkrak Harga dan Penerimaan (CNBC Indonesia · 12 menit lalu)