Rupiah ditutup di level Rp18.156 per dolar AS pada Senin (2/11) sore, melemah 9 poin atau 0,05 persen.
Yuan China menguat 0,11 persen dan peso Filipina naik 0,19 persen, sementara won Korea Selatan terdepresiasi 0,72 persen.
Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menyebut pelemahan tipis rupiah mencerminkan kehati-hatian investor menanti data ekonomi dan pemilu legislatif paruh waktu AS.
Data inflasi dan perdagangan Indonesia yang rilis siang hari relatif lebih baik dari perkiraan sehingga mendukung rupiah.
Aksi jual bersih investor asing di pasar ekuitas masih membebani rupiah.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.