‹ Kembali
Teknologi

Bukan Mistis, Sains Ungkap Fenomena Ketindihan saat Tidur

Sumber: CNN Indonesia · 58 menit lalu
Recap • TITIR
  • Fenomena "ketindihan" dijelaskan secara medis sebagai sleep paralysis oleh para pakar.
  • Ahli neurologi FK IPB University Yeni Quinta Mondiani menyebut tidur sebagai penurunan kesadaran reversibel yang berulang.
  • Siklus tidur manusia terbagi lima fase, yakni empat fase NREM dan satu fase REM.
  • Sleep paralysis terjadi pada fase REM saat otot tidak dapat digunakan sementara otak sudah aktif.
  • Sleep paralysis umumnya muncul usia 15 hingga 35 tahun akibat kurang tidur, stres, atau narkolepsi.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

Resah Pohon Dipaku Dosen ini Sudah Cabut Ratusan Paku (Republika · 4 menit lalu)Rumah Tradisional di India Ini Punya Solusi Hadapi Cuaca Ekstrem (Republika · 4 menit lalu)Andoni Iraola: Atmosfer Anfield Jadi Keuntungan Besar Liverpool | LPP RRI (RRI · 4 menit lalu)Kalah 2-0 dari Chelsea, MU sembilan pertandingan tanpa kemenangan (Antara · 4 menit lalu)