Akademisi ingatkan regulasi AI jangan sampai hambat investasi
Antara · 1 jam lalu
Sumber: Antara · 1 jam lalu
Recap • TITIR
Akademisi UGM Dedy Permadi mengingatkan pemerintah agar regulasi AI tidak menghambat investasi asing, termasuk dari Korea Selatan.
Dedy menilai regulasi AI yang terlalu ketat berpotensi berdampak pada sektor perdagangan, energi dan mineral, serta investasi.
Dedy menyebut Readiness Assessment Methodology UNESCO dapat menjadi acuan penyusunan dua rancangan peraturan presiden terkait etika AI dan peta jalan AI.
Kebijakan lokalisasi data dinilai dapat mempengaruhi iklim investasi industri pusat data karena investor mempertimbangkan ketentuan penyimpanan data.
Pemerintah menyiapkan perpres AI karena prosesnya lebih cepat, sementara Indonesia dan Korea Selatan menyepakati kerja sama AI dan digital pada 1 April 2026 di Seoul.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.