‹ Kembali
Hukum

Pengamat apresiasi langkah pemerintah terkait dugaan oplos beras SPHP

Sumber: Antara · 1 jam lalu
Recap • TITIR
  • Dugaan pengoplosan beras SPHP ditemukan di Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, pada 28 Oktober 2026.
  • Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan sekitar 600 ton beras yang diduga dikemas ulang dengan harga Rp17.000 per kg.
  • Bapanas memperkirakan kerugian subsidi mencapai Rp3,3 miliar jika seluruh volume 600 ton merupakan beras SPHP.
  • Penyidik harus memastikan asal pasokan beras, volume yang disalahgunakan, dan jalur penjualannya untuk menentukan tanggung jawab pihak terkait.
  • Pemeriksaan transaksi dan pencocokan volume per hari atau pekan diperlukan untuk menghindari penyimpangan serupa.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

IndocPolls: Publik puas atas kinerja hankam dan hukum Prabowo-Gibran (Antara · 7 menit lalu)Irjen Langgeng Purnomo Minta Maaf soal Kejadian di Malioboro (JPNN · 8 menit lalu)Bantah Tuduhan Mengaku Imam Mahdi dan Penipuan, Figar Siap Tempuh Jalur Hukum (Berita Jatim · 16 menit lalu)Meski dilarang polisi, pengadilan Paris izinkan demo lanjutan (Antara · 17 menit lalu)