‹ Kembali
Teknologi

Perang Kognitif Mengancam Nalar Publik, Bagaimana Indonesia Menjaga Demokrasi Tanpa Membatasi Kritik?

Sumber: Media Indonesia · 49 menit lalu
Recap • TITIR
  • Diskusi bedah buku "Perang Kognitif" karya Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti digelar di FISIP Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 15 Oktober 2026.
  • Agus Bhakti menjelaskan perang kognitif menyasar proses berpikir manusia, berbeda dengan perang siber yang menyerang infrastruktur digital.
  • Fenomena filter bubble dan echo chamber membatasi keragaman informasi, diperparah agenda setting, framing, dan priming yang mengarahkan perhatian publik.
  • Pengamat media sosial Yan Kurniawan menekankan viralitas narasi tidak selalu berarti rekayasa dan dugaan koordinasi memerlukan bukti yang dapat diperiksa.
  • Dr. Yusa Djuyandi mengingatkan tantangan terbesar adalah mencegah manipulasi informasi tanpa menutup ruang kritik bagi perbedaan pendapat.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Rawan Karhutla Hari Ini (Republika · 3 menit lalu)Kata-Kata Veda Ega Pratama Setelah Raih Pole Position di Moto3 (JPNN · 6 menit lalu)Tren Foto Menu Makanan Buatan AI di Restoran, Bisa Menggugah Selera? (Okezone · 8 menit lalu)Dermatolog bagikan waktu terbaik untuk mencuci wajah (Antara · 8 menit lalu)