Politik
Macron Sebut Prancis Hadapi Titik Balik usai Teror Rasial di Paris
Media Indonesia · 26 menit lalu
Sumber: Media Indonesia · 26 menit lalu
Recap • TITIR
- Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan teroris di pinggiran Paris sebagai titik balik bagi negaranya.
- Macron menyatakan serangan itu direncanakan dengan niat membunuh warga karena warna kulit atau agama.
- Seorang pria melepaskan tembakan di beberapa lokasi di Yvelines, pinggiran Paris, pada Jumat (23/10).
- Tembakan itu menewaskan satu orang dan melukai lima orang lain, termasuk seorang gadis berusia 12 tahun.
- Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan kejaksaan menganggap insiden itu serangan teroris bermotif kebencian rasial.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.