‹ Kembali
Daerah

Lestari Moerdijat: Sejarah Perempuan Harus jadi Bahan Ajar, Bukan sekadar Seremonial

Sumber: Media Indonesia · 33 menit lalu
Recap • TITIR
  • Perempuan harus hadir sebagai subjek yang mampu menulis dan membentuk wacana publik.
  • Gagasan dan pengalaman perempuan luput dari pencatatan sehingga tidak diperhitungkan dalam kebijakan.
  • R.A. Kartini, Ida B. Wells, Anne Frank, dan Virginia Woolf menjadi rujukan perempuan masa kini.
  • Menulis adalah agensi strategis untuk menyuarakan pengalaman dan memengaruhi kebijakan publik.
  • Acara Woman’s Writing Clinic di APN menghasilkan buku dari tulisan peserta sebagai catatan perjuangan perempuan.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

Peningkatan infrastruktur jalan di Kalimantan Timur (Antara · 9 menit lalu)Pakar Sebut Perlu Investigasi Komprehensif Usut Penyebab Insiden KMP Batumandi (Media Indonesia · 20 menit lalu)Karhutla di Barito Kuala Kalsel Nyaris Bakar Sekolah Dasar (Media Indonesia · 23 menit lalu)Prabowo Kucurkan Banpres Rp240 Miliar Tangani Karhutla di Kalbar (iNews · 26 menit lalu)