Daerah
Lestari Moerdijat: Sejarah Perempuan Harus jadi Bahan Ajar, Bukan sekadar Seremonial
Media Indonesia · 33 menit lalu
Sumber: Media Indonesia · 33 menit lalu
Recap • TITIR
- Perempuan harus hadir sebagai subjek yang mampu menulis dan membentuk wacana publik.
- Gagasan dan pengalaman perempuan luput dari pencatatan sehingga tidak diperhitungkan dalam kebijakan.
- R.A. Kartini, Ida B. Wells, Anne Frank, dan Virginia Woolf menjadi rujukan perempuan masa kini.
- Menulis adalah agensi strategis untuk menyuarakan pengalaman dan memengaruhi kebijakan publik.
- Acara Woman’s Writing Clinic di APN menghasilkan buku dari tulisan peserta sebagai catatan perjuangan perempuan.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.