‹ Kembali
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Bagaimana Fiskal Indonesia?

Sumber: Media Indonesia · 23 menit lalu
Recap • TITIR
  • Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Rizal Taufikurrahman menilai fiskal Indonesia masih mampu menopang subsidi BBM jangka pendek, tetapi bantalan anggarannya semakin tipis.
  • Hingga September 2026, pembayaran subsidi dan kompensasi energi dan nonenergi mencapai Rp376,8 triliun atau 84,3% pagu.
  • Rizal menyebut defisit 1,24% PDB perlu dibaca hati-hati karena kewajiban pembayaran akhir tahun belum seluruhnya terealisasi.
  • Harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel akan memperbesar kebutuhan subsidi jika harga BBM domestik ditahan.
  • Rizal mendorong pemerintah mempertajam sasaran subsidi, menutup penyalahgunaan, dan memangkas belanja rendah manfaat.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

Survei BI: Penyaluran kredit baru diprakirakan naik pada TW-IV 2026 (Antara · 10 menit lalu)Indonesia-Australia lanjutkan kemitraan PROSPERA senilai Rp5,28 T (Antara · 10 menit lalu)Bahlil Ancam Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang tidak Hormati Indonesia (Media Indonesia · 11 menit lalu)Danantara Bidik Investasi USD 30 Miliar Lewat New Asia Forum 2026 (CNBC Indonesia · 12 menit lalu)