Dewan Ekonomi Nasional memperkirakan nilai ekspor hasil hilirisasi seperti nikel, aluminium, dan komponen baterai lithium di Indonesia bisa mencapai US$50 miliar pada akhir tahun ini. Nilai ekspor hilirisasi naik 45% dari US$34,5 miliar tahun 2024 ke US$50 miliar tahun 2026. Ekspor aluminium diperkirakan mencapai US$7,2 miliar tahun ini dari US$3,5 miliar tahun 2025. DEN memprediksi ekspor aluminium bisa tembus US$10 miliar karena tambahan smelter baru di Indonesia. [Sumber: CNBC Indonesia]