‹ Kembali
Ekonomi

Peneliti: Bea ekspor batu bara lebih tepat ketimbang pajak ritel

Sumber: Antara · 48 menit lalu
Recap • TITIR
  • Peneliti Sustain, Adila Isfandiari, menilai bea ekspor batu bara lebih tepat menutup defisit APBN ketimbang intensifikasi pajak ritel dan konsumsi.
  • Intensifikasi pajak ritel dan konsumsi berisiko menekan daya beli kelas menengah ke bawah dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Sustain memperkirakan tambahan penerimaan negara dari bea keluar ekspor batu bara mencapai Rp97,40 triliun per tahun.
  • Perhitungan itu memakai asumsi 65 persen produksi batu bara dialokasikan untuk ekspor dan kurs Rp18.000 per dolar AS.
  • Sustain merekomendasikan regulasi bea ekspor batu bara berkeadilan dengan tarif progresif agar penerimaan negara meningkat saat harga komoditas menguat.
Recap singkat dari artikel aslinya. Bisa aja kurang pas — baca sumber aslinya buat versi lengkap.
Baca sumber

BERITA TERKAIT

Video: Persaingan Furnitur Besi Lokal: Harga dan Durability Jadi Kunci (CNBC Indonesia · 7 menit lalu)Cuan Lewat Bubuk Ube, Perusahaan Asal Salatiga Tembus Pasar Belanda Hingga AS (Republika · 8 menit lalu)Harga Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp90 Ribu per Kilogram (Detik · 9 menit lalu)Mandiri Taspen Perkuat Sinergi Layanan Perbankan dengan KSPPS Sena Putra (JPNN · 9 menit lalu)