Kementerian Keuangan waspadai dampak penurunan status pasar saham Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market oleh MSCI. Penurunan peringkat dapat menurunkan kepercayaan pasar terhadap nilai tukar rupiah dan imbal hasil obligasi SBN. Setiap pelemahan kurs Rp 100 per US$ menambah beban belanja Rp 6,1 triliun dan memperlebar defisit sebesar Rp 800 miliar, serta kenaikan yield 0,1% menambah belanja Rp 1,9 triliun dan memperlebar defisit Rp 1,9 triliun. Defisit APBN diperkirakan melebar dari Rp 689,1 triliun ke Rp 734,3 triliun dalam Lapsem I/2026. [Sumber: Katadata]